Cara kerjanya
Kalkulator menambahkan overstek ke kedua sisi denah, lalu mengalikan luas tersebut dengan faktor kemiringan untuk kemiringan atap Anda. Faktor kemiringan mengubah jarak mendatar menjadi jarak di sepanjang permukaan atap.
Denah termasuk overstek = (Panjang + 2 × Overstek) × (Lebar + 2 × Overstek)
Faktor kemiringan = √(1 + (Naik ÷ Datar)²)
Luas atap = Denah termasuk overstek × Faktor kemiringan
Square = Luas atap ÷ 100 sq ft
Hasil ini eksak untuk setiap atap yang semua bidangnya memiliki satu kemiringan yang sama: atap pelana atau atap perisai dengan denah dan kemiringan yang sama memiliki luas permukaan yang sama. Kemiringan yang dimasukkan sebagai sudut terlebih dahulu dikonversi menjadi naik ÷ datar.
Contoh perhitungan
Data masukan
- Panjang bangunan
- 40 ft
- Lebar bangunan
- 30 ft
- Overstek
- 1 ft
- Kemiringan atap
- 6:12
- Jenis atap
- Pelana (dua sisi miring)
Hasil
- Denah termasuk overstek
- 1.344 sq ft
- Faktor kemiringan
- 1,118
- Sudut atap (°)
- 26,6
- Luas atap
- 1.503 sq ft
- Square atap
- 15,03 squares
Kesalahan umum
- Mengukur rumah tanpa overstek. Tepi bawah dan tepi samping atap menambah luas atap di setiap sisi; masukkan overstek agar ikut terhitung.
- Memakai luas denah sebagai luas atap. Atap miring selalu lebih luas daripada tanah yang ditutupinya – makin curam kemiringannya, makin besar selisihnya.
- Tertukar antara kemiringan dan sudut. 6:12 adalah rasio (naik per datar), bukan 6 derajat. Ketik tanda ° jika Anda memasukkan sudut.
- Menganggap atap dengan beberapa kemiringan sebagai satu atap. Jika atap utama dan atap teras memiliki kemiringan berbeda, hitung setiap bagian secara terpisah.
Asumsi dan batasan
- Denah berbentuk persegi panjang dan overstek sama di keempat sisi.
- Semua bidang atap memiliki satu kemiringan yang sama. Untuk atap seperti itu, hasilnya eksak baik untuk bentuk pelana maupun perisai, karena luas sebenarnya setiap bidang adalah luas denahnya × faktor kemiringan yang sama.
- Dormer, jurai dalam di antara kemiringan yang berbeda, cerobong, jendela atap (skylight), dan atap bertingkat tidak diperhitungkan.
- Hasilnya hanya luas permukaan. Tidak termasuk sisa potongan (waste), penutup bubungan atau jurai, sirap awal (starter), tumpang tindih alas atap, atau cadangan material lainnya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu square atap?
Satu square adalah 100 sq ft permukaan atap. Sirap dan material atap lainnya sering dijual dan dihargai per square, jadi kalkulator menampilkan luas sekaligus jumlah square.
Mengapa hasilnya sama untuk atap pelana dan atap perisai?
Bila semua bidang memiliki kemiringan yang sama, luas bidang miring hanya tergantung pada denah dan kemiringan. Atap perisai memiliki lebih banyak tepi dan bentuk yang berbeda, tetapi luas permukaan totalnya sama. Jenis atap mengubah gambar, bukan luasnya – meskipun atap perisai memang memerlukan lebih banyak material penutup jurai.
Apa itu faktor kemiringan?
Faktor kemiringan adalah angka pengali luas denah untuk mendapatkan luas bidang miring, √(1 + (naik ÷ datar)²), yang diturunkan dari teorema Pythagoras. Nilainya 1,054 untuk 4:12, 1,118 untuk 6:12, dan 1,414 untuk 12:12; IKO dan Owens Corning sama-sama mencantumkan 1,118 untuk atap 6:12 dalam panduan estimasi mereka.
Bagaimana cara mengetahui kemiringan atap saya?
Periksa gambar kerja bangunan, atau ukur dari dalam loteng atau di sisi gunungan – berapa inci kasau naik dalam jarak datar 12 in. Aplikasi waterpas di ponsel yang bisa membaca sudut juga bisa dipakai; masukkan hasilnya dalam derajat.
Sumber
- Estimating How Much Roofing Is Required — IKO. Luas sebenarnya = luas horizontal × faktor luas/kemiringan (area/rake factor); 6/12 → 1,118. Faktor ini sama dengan √(1 + (tinggi naik/jarak datar)²) (Pythagoras).
- DIY Roofing: How to Measure a Roof — Owens Corning. “Luas Bidang x Faktor Koreksi = Luas Atap”; faktor koreksi kemiringan 6:12 → 1,118.
Metode ditinjau 2 November 2026